SELESAI.
Kini selesai harus ditandai dengan titik. Entah
nanti akan ada kelanjutannya atau tidak, kini harus dihentikan. Entah untuk
waktu yang lama atau sementara.
--
Ku pikir berhenti denganmu adalah hal yang mudah
karena dari dulu aku sudah tau jika akhirnya akan seperti ini. Aku pikir
keputusan menghabiskan waktu terakhir denganmu adalah keputusan yang benar.
Ternyata aku salah. Kenangan kita justru terus berputar di dalam kepalaku,
apapun yang terjadi kau terus hidup dalam pikiranku. Aku pikir membuka lembaran
baru tanpamu itu akan mudah, ternyata aku salah.
Kita memang masih memegang tali yang sama, tapi
sayangnya tali ini harus terbentang dari utara ke selatan. Dengan tali yang
sama, kita sebenarnya bisa berputar untuk menuju satu jalan yang sama. Aku atau
kamu sebenarnya bisa mengalah, untuk berjalan ke arah yang sama. Tapi ini bukan
perihal ego lagi, ini bukan perihal siapa yang paling ego. Kita paham, kita tak
bersama karena beberapa pertimbangan yang sulit untuk disatukan. Kita seiman
tapi keadaan hidup kita berbeda.
Kita memberi tanda titik bukan karena perasaan kita
satu sama lain sudah selesai atau sudah berhenti. Tapi, kita paham jika
dilanjutkan artinya kita hanya menunda luka yang lebih dalam.
--
Kata orang, kita adalah dua insan yang munafik.
Mungkin iya atau emang iya.
Apapun yang terjadi, kita sudah sepakat untuk
berteman baik. Ia tetap support aku, begitupula aku ke dia. Setelah aku, aku
hanya berharap dia bertemu dan jatuh pada orang yang tepat, tepat pada
waktunya, tepat di keadaannya, tepat di situasinya, dan tepat pada karakternya.
Aku sudah menerima keputusan ini hanya tinggal
mengikhlaskan rasanya. Meski sulit, aku percaya aku bisa dan dia juga bisa. Aku
tak pernah menyesal atas kedekatan kita, aku tau kamu orang yang baik. Aku paham terkadang Tuhan hanya mempertemukan atau memperkenalkan orang yang baik ke kita, bukan
untuk disatukan tapi hanya untuk dijadikan contoh atau pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar